"We are not professional film critics. We just want to enjoy and to give our opinions about movies. If you have different opinion from us, we would be very happy. Because it shows that we live in a very complex society, with many different thoughts, opinions, and taste. So the movie makers will be challenged to always satisfy their audiences and they will make more and more great movies of all times..."

- Ode & Yanti -

Wednesday, 8 July 2009

Romeo Juliet (2009)

Genre: Drama
MPAA
: Dewasa

Company: Bogalakon Pictures
Director
: Andybachtiar Yusuf

Cast
: Sissy Priscilla, Edo Borne, Alex Komang, Epy Kusnandar, Ramon Y Tungka

Runtime
: 104 min

Recommendations
: 6/10



Siapa yang tidak mengenal karya William Shakespeare yang satu ini. Kisah cinta terlarang dua manusia yang berakhir tragis. Kisah yang sama juga yang menginspirasi sang sutradara untuk membuat karya film nasional yang berjudul Romeo Juliet. Kisahnya sendiri tidak sepenuhnya mengambil kisah aslinya, tetapi menyesuaikan dengan kejadian nyata di Negara kita, bahkan mungkin kejadian nyata di Negara lain.

Perseteruan keluarga Montague dan Capulet pada kisah aslinya dirubah menjadi perseteruan pendukung klub sepakbola Persija Jakarta –disebut The JakMania- dengan pendukung klub sepakbola Persib Bandung –disebut The Viking-. Dua anak manusia yang jatuh cinta pada pandangan pertama ini harus mengatasi perbedaan yang kadang diwarnai dengan kekerasan fisik.

Seorang JakMania di dalam suatu keributan antara JakMania dan Viking terpesona pada kecantikan seorang Lady Vikers –sebutan untuk pendukung perempuan klub Persib-. Sang Lady Vikers juga terpesona pada JakMania itu. Nasib mempertemukan mereka kembali di Bandung, di sebuah toko pakaian. Dari pertemuan kedua itu, mereka semakin dekat. Pertentangan datang saat kakak sang Lady Vikers - Desi - mengetahui bahwa kekasih adiknya adalah seorang JakMania. Sang JakMania - Ranggamone - juga mendapat pertentangan dari JakMania lain yang tidak suka dengan ide seorang JakMania berhubungan dengan seorang Viking. Keduanya tetap mempertahankan hubungan mereka, bahkan memutuskan untuk menikah diam-diam.

Lalu bagaimana akhir kisah cinta mereka? Apakah akan ada happy ending seperti kebanyakan film mainstream (bahkan untuk yang lokal)? Atau sang sutradara tetap pada pakem kisah Romeo & Juliet yang berakhir tragis? Jawabannya ya silahkan anda saksikan sendiri.

Film ini sebagai film lokal (film yang jarang saya lirik karena kebanyakan kualitasnya rendah) cukup memberikan penyegaran. Diantara judul-judul berbau “dunia mistis”, atau judul-judul komedi yang “nakal”, ide yang ditawarkan film ini sangat menarik. Film ini adalah film yang memiliki benang merah drama, tetapi dikemas sedemikian rupa sehingga terasa seperti komedi. Humor-humor ringan, kejadian yang membuat tersenyum bahkan tertawa, banyak dihadirkan dalam film ini. Cara yang bagus untuk menghilangkan kejenuhan penonton yang kemungkinan akan bosan dengan cerita yang cenderung datar dan mudah terbaca. Film ini juga cukup berani untuk menghadirkan banyak adegan kekerasan, banyak bahasa kasar, dan sebuah soft-love scene. Mungkin kalau film ini dirilis di Hollywood akan sangat beruntung jika hanya dapat rating PG-13, karena rating yang tepat untuk semua konten negatif dalam film adalah R (Restricted). Dan sedikit mengherankan mengapa film ini bisa lolos tayang dengan semua kata kasar dan adegan kekerasan (beneran, brutal) tidak disensor sedikitpun, mengingat beberapa film lain tidak lolos tayang dengan mulus.

Tapi biar bagaimanapun, sekali lagi, film ini memberikan hiburan tersendiri. Hadir diantara tema film yang sudah umum dan semakin menjadi seperti sinetron (mengingat kebanyakan produsernya adalah produser sinetron) sehingga banyak film yang hanya mengejar keuntungan materil dan melupakan sisi cerita dan seninya. Film ini bukan film lokal terbaik, tetapi menjadi baik karena beredar diantara film lokal kualitas rendah. Semoga semakin banyak sineas Indonesia (dan produsernya) yang berani mengesampingkan materi, sehingga berani untuk membuat film yang lebih berbobot.
Justify Full
- …tapi aku cinta sama anjing yang satu ini… -

13 comments:

  1. romeo juliat versi modern kah?

    ReplyDelete
  2. Mira: lebih tepatnya versi Indonesia dan versi sepak bola, hehe... Thanks dah mampir yaa :)

    ReplyDelete
  3. Mbak salam kenal... naksir dech sama templatenya... terutama sama menu di futer / footer nya ituhh...:)

    ReplyDelete
  4. waahhh... kudu nonton neeeh!! romantis kaann? :D

    ReplyDelete
  5. kalo ngomongin Romeo and Juliet, teringat masa lalu dengan seseorang....ok makasih infonya sobatku

    ReplyDelete
  6. romeo & juliet true love story..

    teach us that we don't have to be living together with our soulmate to have the real ...true love...

    ReplyDelete
  7. Azarre: Iya, aku juga suka template ini... Menu yg di footer belum diotak-atik... Kalo udah, pasti nanti lebih keren, hehe... Makasiy :)
    Chrysanti: romantis ala para pemain bola bu, hehehee...
    Iwan: Uhuuuy, sama siapa nih Bang Iwan? Dishare duuunk.... :)
    Melandri: tapi lebih indah jika tetep bisa bersama sampai akhir hayat kan? Hehe... Thanks dah mampir ya...

    ReplyDelete
  8. @ All : Makasiy dah mampir yaa :)

    ReplyDelete
  9. saya udah nonton, filmnya syerem... bunuh2an...hiiii....

    ReplyDelete
  10. Pesan sajah buat yang bikin film ini : "kalo nggak bisa bikin film...Jangan pernah bikin film..."

    Hehehehehehehehehe....Dulu saya Vikers---pas masih muda---- ,dan saya tahu banget gimana critanya TheJak sama Viking bisa sampe berantem-beranteman kayak geneh (sakit hatinya masih ada,pas nengok seorang kerabat yang tergolek di RS atas tragedi itu)

    Film ini,bukannya bikin suasana dingin malah sebaliknya.Payah

    Di Bandung ada pameo "God Forgives but we don't" untuk siapa itu? Bukan rahasia umum lagi.Setelah Film ini tayang...Pameo itu makin besar ajah

    Terahir kali denger...Film ini dilarang Tayang di Bandung

    ReplyDelete
  11. Kenyo: Bagian bunuh2an emang serem... Thanks dah mampir yaa :)
    Acepaneh: Wah bro, kami gak kenal sama pembuat filmnya, jadi mohon maaf sekali kalau pesannya tidak dapat kami sampaikan langsung ke orangnya, hehe... Kami juga turut berduka atas peristiwa2 yg mengenaskan dan pasti juga menyakitkan bagi para Vikers dan juga mungkin bagi para The Jaks. Kami juga gak bisa bicara banyak mengenai hal tersebut, karena kami bukan Vikers dan juga bukan The Jaks. Karena kami hanya berada di pihak penonton, maka kami hanya bisa berdoa, semoga permasalahannya bisa segera diselesaikan, tanpa harus memakan korban dari pihak manapun. Ini hanya sekedar opini dari kami yg hanya suka menonton film, tanpa ingin memihak pihak manapun, hehe... Btw, thanks banget yah dah mampir ke sini :)

    ReplyDelete

Please share your opinions here :)